Rabu, 16 November 2011

BERSIKAP LEMAH LEMBUT

 
Kelemahlembutan adalah akhlak yang mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah Ta'ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya sengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan sihinakan manusia. Namun jika ia hadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah Ta'ala dan makhluk-makhluk-Nya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut ini, Insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidak pernah terpisah dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia akan gagal untuk menyelesaikan problemnya. Dengan agungnya akhlak ini hingga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya : " Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)." (H.R Muslim).
Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seseorang sahabat yang meminta nasehat : " Janganlah kamu marah." Dan beliau mengulangi berkali-kali dengan bersabda :

Sabtu, 12 November 2011

74 WASIYAT UNTUK PEMUDA

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)

Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda:

Jumat, 11 November 2011

Bagaimana sikap anda terhadap hamba-hamba Allah SWT Begitulah Allah SWT Memperlakukan anda

Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw. nabi kita Muhammad saw., kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya.

Selasa, 11 Oktober 2011

Meninggalkan Maksiat, Menikmati Rahmat

Ayo kita ganti maksiat, dosa dan keburukan lainnya dengan Amal Soleh & kebaikan. Yang Solatnya masih bolong2, ayo lakukan kontinu, yang belum BER JILBAB, ayo coba pelan-pelan, yang masih susah ke PENGAJIAN, paksakan saja karena di kuburan nanti sudah tidak bisa apa-apa lagi. Yang suka DUGEM ayo ganti dengan pengajian, yang PACARAN terus, ayo langsung nikah, daripada mupuk dosa mlulu

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung “ (An Nur: 31).

“Seandainya kalian melakukan kesalahan-kesalahan sepenuh langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya taubat kalian akan diterima”  (Shahih Ibnu Majah).

Musibah Datang Karena Maksiat
Musibah itu bisa jadi karena ujian dari Allah ataupun bisa jadi karena dosa dan maksiat yang kita lakukan. Lalu dari mana kita tahu bahwa musibah yang datang kepada kita itu ujian atau murka Allah??
Ahh..ngak usah dipikirin kalau itu ujian karena kalau dianggap ujian pastinya nganggap sepele.

Binasanya Umat Karena Maksiat
Bagi yang suka baca Al-Qur’an, yang suka baca terjemahnya, yang suka datang ke pengajian, yang suka mencari ilmu pastinya tahu bahwa Al-qur’an menceritakan banyaknya umat-umat yang dibinasakah Allah itu karena maksiat.
Coba saja baca cerita kaum Ad, tsamud, Fir’aun, mereka semua dibinasakan Allah karena maksiat. Jadi mari kita bercermin dari kisah-kisah itu, bahwa mungkin saja semua kesulitan kita, masalah di depan kita akibat dari buah maksiat yang kita lakukan.
Siapa tahu seret rezeki, rumah tangga berantakan, sulit ini ..susah itu...karena banyak dosa dan maksiat dan belum tobat lagi???? Harusnya yang banyak tobat itu yang muda..remaja...kenapa?? Supaya jalan hidup nya indah dan menawan...SUPAYA BISA MENIKMATI RAHMAT ALLAH

Jangan Remehkan Allah…
Jangan anggap remeh dosa yang pernah dilakukan, jangan anggap maksiat itu hilang lenyap, dia akan kembali membuntuti kita. Gembiranya seseorang karena telah bermaksiat itu lebih berbahaya dari dosa itu sendiri. Karena apa?? Karena dia telah meremehkan Allah, telah bermain dengan kemarahan Allah.

Ayo Tobat…karena bencana turun karena maksiat, dan akan lenyap karena Tobat

Jadikan tobat itu bagian dari kehidupan kita, yakinlah hidup  akan nikmat dan berkah.